Oleh: putra wijaya | Oktober 25, 2011

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISA ANION DAN KATION (TINJAUAN PUSTAKA ONLY)

TINJAUAN PUSTAKA

Untuk tujuan analisis kulitatif sistematik kation-kation diklasifikasikan dalam lima golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap bebrapa reagensia. Dengan memakai reagensia golongan secara sistematik, dapat kita tetapkan ada tidaknya golongan-golongan kation, dan dapat juga memisahkan golongan-golongan ini untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Reagensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Jadi boleh kita katakan, bahwa klasifikasi kation yang paling umum, didasarkan atas perbedaan kelarutan dari klorida, sulfida, dan karbonat dari kation tersebut.

Kelima golongan kation dan ciri-ciri khas golongan-golongan ini adalah sebagai berikt:

  • Golongan I, kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion-ion golongan ini adalah timbel, merkurium I (raksa), dan perak.
  • Golongan II, kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion golongan ini adalah merkurium(II), tembaga, bismut, kadmium, arsenik(III), arsenik(V), stibium(III), stibium(V), timah(II), dan timah (III) (IV).
  • Golongan III, kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer ataupun hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun, kation ini membentuk endapan dengan amonium sulfida, dalam suasana netral atau amoniakal. Kation-kation golongan ini adalah kobalt(II), nikel(II), besi(II), besi(III), kromium(III), alumunium, zink, dan mangan(II).
  • Golongan IV, kation golongan ini tak bereaksi dengan reaggensia golongan I, II, dan III. Kation-kation ini membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan adanya amonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Kation-kation golongan ini adalah kalsium, strontium,dan barium.
  • Golongan V, kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya. Merupakan golongan kation yang terakhir yang meliputi ion-ion magnesium, natium, kalium, amonium, litium, dan hidrogen (Vogel, 1985).

Anion-anion dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Anion sederhana seperti O2-, F-, atau CN-.
  • Anion oksodiskret seperti NO-3, atau SO4-.
  • Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi.
  • Anion kompleks halida seperti TaF6 dan kompleks anion yang mengandung anion berbasa banyak seperti oksalat, misalnya[CO(C2O4)2]3-.

Beberapa diantaranya seperti ion oksida O2- atau sebagian besar anion silikat hanya berada dalam keadaan padat. Anion lainnya seperti ion klorida, Cl- , dapat berada dalam larutan. Beberapa unsur yang membentuk anion terutama halogen, O, dan S dapat terikat pada unsur lain secara kovalen seperti pada PCl3 , atau NO2.

Banyak anion kompleks seperti dithiokarbonat, R2CS-, atau asetil asetonat, CH3COCHCOCH-3, yang terutama ada dalam bentuk senyawaan koordinasi (Wilkinson, 1976).

DAFTAR PUSTAKA

Vogel. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif. Jakarta: Kalman Media Pustaka.

Wilkinson. 1976. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI Press.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: