Oleh: putra wijaya | November 8, 2009

INDIA KUNO MENGEMBANGKAN SISTEM MATEMATIKA YANG SANGAT TINGGI

Bila mengatakan matematika hindu atau matematika india, nama yang akan muncul dalam pikiranmu adalah nama Ramanujam(ahli matematika india abad 20 yang diakui dunia), manusia yang mengetahui ketidak-terbatasan. Jauh sebelum Ramanujam, jauh sebelum orang arab (orang arab mengambil matematika hindu ketika mereka menyerbu india pada tahun 712. dari arab ilmu ini kemudian menyebar ke eropa barat). India telah memiliki pengetahuan besar mengenai matematika. Angka nol dan sistem desimal diciptakan oleh bangsa india kuno. matematika hindu atau matematika india di kenal sebagai sulwa sutra atau “tali dari sloka” (cord of verses). Ini berkaitan dengan pembangunan altar tempat pemujaan dan upacara korban. Formula dari sulwa sutra sifatnya empirik. Dikatakan bahwa sulwa sutra mungkin merupakan pengaruh di belakang perkembangan kemudian dari geometri yunani.
Arayabhata, yang hidup pada tahun 476 – 520, adalah ahli matematika Hindu yang pertama kali di kenal. Tulisannya mengenai subyek ini adalah karya hindu yang pertama mengenai matematika murni, dan terdiri dari 33 sloka. Ia menjelaskan mengenai sebab-sebab gerhana matahari dan bulan. Dia memberkikan peraturan untuk pemecahan sederhana dari persamaan sederhana lanjutan(simple intermediate equations) dan penetapan yang tepat mengenai nilai (accurate determination of value). Percaya atau tidak, aryabhata menyatakan hubungan keliling sebuah lingkaran pada diameternya(relation of the circumperence of a circle to it’s diameter).
Setelah Aryabhata, ahli matematika Hindu berikutnya adalah Brahma Gupta, yang hidup dari tahun 598 – 660. karyanya dikenal sebagai Brahma-Siddhanta dan ini terdiri dari dalil dan peraturan(theoren and rules). Setelah Brahma gupta, ahli matematika besar berikutnya adalah Lalla yang dalam tahun 748 menulis buku tipis mengenai teori matematika. Mahawira yang hidup dalam tahun 850, membahas persamaan kuadrat(quadratic equations).
Informasi yang amat berharga mengenai matematika hindu terdapat dalam manuskrip/prasasti Bakshali yang ditemukan di india utara pada tahun 1881. Dalam prasasti ini, sebuah tanda tambah kecil dipergunakan untuk mewakili jumlah negatif dan nol diwakili oleh sebuah titik.
Seorang ahli matematika belakangan menjadi termashur adalah Bhaskara, yang hidup dari tahun 114 – 1160. Dia adalah pengarang dari Bija-Ganita, satu karya mengenai matematika, Siddhanta-Siromani mengenai astronomi, dan lilawati mengenai aljabar. Dalam komputasinya mengenai ukuran dari atom hidrogen ia menggunakan kalkulus diferensial.

Source: Am I A Hindu?
By: Ed. Visvanathan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: