Oleh: putra wijaya | Oktober 25, 2011

RUMUS EMPIRIS

DAFTAR PUSTAKA

Rumus molekul hidrogen peroksida, suatu zat yang digunakan sebagai antiseptik dan zat pemutih, adalah H2O2. Rumus ini menandakan bahwa setiap molekul hidrogen peroksida terdiri atas dua atom gidrogen dan dua atom oksigen. Perbandingan atom hidrogen dan atom oksigen dalam molekul ini adalah 2:2 atau 1:1. Rumus empiris hidrogen peroksida adalah HO. Jadi rumus empiris (emperical formula) menunjukkan kepada kita unsur-unsur yang ada dan perbandingan bilangan bulat paling sederhana dari atom-atomnya, tetapi tidak selalu harus menunjukkan jumlah atom sebenarnya dalam suatu molekul.

Rumus empiris adalah rumus kimia yang paling sederhana; rumus ini ditulis dengan memperkecil subskrip dalam rumus molekul menjadi bilangan bulat terkecil yang mungkin. Rumus molekul adalah rumus yang sebenarnya untuk molekul. Untuk kebanyakan molekul, rumus molekul dan rumus empirisnya satu dan sama. Beberapa contohnya adalah air (H2O), amonia (NH3), karbon dioksida (CO2), dan metana (CH4) (Chang, 2003).

Untuk menyatakan komposisi bahan yang molekul-molekulnya terdiri dari atom-atom yang lebih banyak, dipakai rumus empiris. Ini terdiri dari lambang unsur-unsur yang membentuk zat tersebut. Jumlah atom suatu unsur tertentu dalam molekul itu, ditulis sebagai subskrip dibelakang lambang unsur itu ( tetapi 1 tidak pernah ditulis sebagai subskrip, karena lambang unsur itu sudah menyatakan satu atom). Penentuan rumus empiris suatu senyawa dapat dilakukan secara eksperimen, dengan menentukan menentukan persentase jumlah unsur-unsur yang terdapat dalam zat itu, memakai metode analisis kimia kuantitatif. Bersamaan dengan ini, massa molekul relatif senyawa itu juga harus diukur.

Jika rumus empiris suatu senyawa diketahui,  dapat kita tarik beberapa kesimpulan tentang sifat-sifat kimia dan fisika zat itu. Ini adalah sebagai berikut:

  • Dari rumus empiris suatu senyawa, dapat kita lihat unsur-unsur apa yang dikandung oleh senyawa itu, dan berapa banya atom dari masing-masing unsur membentuk molekul senyawa itu.
  • Dari rumus empiris, massa molekul (bobot molekul) relatif dapat ditentukan hanya dengan menjumlahkan massa atom relatif dan unsur-unsur yang membentuk senyawa itu.
  • Berdasarkan rumus empiris, kita dapat dengan mudah menghitung jumlah relatif  unsur-unsur yang terdapat dalam senyawa atau komposisi persentase zat itu.
  • Akhirnya, jika rumus diketahui (yang tentunya berarti bahwa massa molekul relatif tersedia) dapat kita hitung volume suatu zat berbentuk gas yang jumlahnnya diketahui pada suhu dan tekanan tertentu (Vogel, 1985).

DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar. Jakarta : Erlangga.

Vogel. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif. Jakarta: Kalman Media Pustaka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: